Wednesday, October 20SATULAMAHOLOT.COM

SMP di Nubatukan Ini Larang Siswa Bawa Ponsel

Suasana pertemuan orang tua murid SMPN 1 Nubatukan (Foto: Ricko Wawo)

Sekolah Menengah Pertama ( SMP) Negeri 1 Nubatukan, Kabupaten Lembata mengawasi siswa tidak menggunakan telepon genggam atau ponsel ketika berada di sekolah.

LEMBATA-Sekolah tersebut melakukan sosialisasi kepada orang tua dalam sosialisasi yang dilakukan Wakil Kepala SMP Negeri 1 Nubatukan Bidang Kesiswaan, Yusi Windari, medio September 2019. Kepada TribunNews ia mengatakan, tujuan pertemuan dengan orang tua adalah agar sama-sama mengawasi anak menggunakan telepon genggam.

Yusi mengatakan, sekolah melakukan pemeriksaan seluruh telepon genggam siswa secara mendadak oleh bagian kesiswaan SMP Negeri 1 Nubatukan. Hal tersebut, katanya, sebagai bentuk ketegasan, tanggap serta proteksi dini terhadap para siswa dari buruknya pengaruh media sosial.

Menurut Yusi, Konten-konten kekerasan, provokasi, ujaran kebencian, porno aksi dan pornografi, serta hal-hal negatif lain di media sosial (medsos) dianggap sangat merusak mentalitas dan moral siswa.

Dia mengatakan, setelah melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap semua konten maupun aplikasi yang dimiliki siswa di handphone akhirnya ditemukan dan ditahan beberapa telepon genggam yang dinilai mesti dikomunikasikan dengan pihak orang tua/wali.

Dikatakannya, dirinya menjelaskan kepada orang tua terkait pemeriksaan hingga penahanan handphone siswa merupakan program rutin sekolah di bawah tanggung jawab Bagian Kesiswaan.

“Para siswa ini masih kategori anak-anak. Masih harus tetap di bawah kontrol dan perhatian serius dari kita para pendidik.”

Bukan tidak mungkin kalau tingkatan usia mereka masih sangat rentan terhadap segala macam pengaruh negatif dari derasnya dunia digital saat ini. Kami menemukan banyak konten yang sebenarnya belum pas bagi usia mereka dan kami percaya, ada juga orangtua/wali yang tidak mengetahui ini,” kata Yusi.

Yusi berharap dukungan dan kerjasama dari orang tua/wali siswa untuk secara rutin melakukan pengawasam serupa terhadap aktivitas anak di dunia sosial.

Orang tua/wali siswa yang hadir dalam rapat tersebut sangat bersyukur dengan adanya program rutin sekolah memeriksa dan mengawsi kehidupan anak-anak mereka di dunia sosial. (SL/01)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *