Wednesday, October 20SATULAMAHOLOT.COM

Demam Festival di Lembata, Kali Ini Expo Budaya Kedang

Lembata Festival, Expo Budaya Eyelewun Raya (Foto: Aty Lokang)

Kabupaten Lembata tercatat yang paling sering menggelar event baik dalam bentuk festival ataupun expo. Kali ini Expo Budaya Uyelewun Raya, sebuah event seni dan budaya untuk etnis di sekeliling Gunung Uyelewun.

LEWOLEBA – Hari ini Kabupaten Lembata kembali semarak dengan digelarnya Expo Budaya Uyelewun Raya. Dikabarkan, Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur dikabarkan hadir membuka pagelaran yang memasuk pelaksanaan tahun kedua ini. Sebelumnya, tahun 2018 kegiatan ini digelar untuk pertama kalinya.

Kegiatan kali ini dipusatkan di Desa Benihading 1, Kecamatan Buyasuri, Kabupaten Lembata dan expo budaya Kedang ini akan berlangsung hari ini 17 Oktober sampai Sabtu (19/10/2019). Selain pameran budaya, seni dan kuliner dari 42 desa di Kecamatan Omesuri dan dan Buyasuri (Komunitas Masyarakat Uyelewun Raya). Tak hanya itu, expo budaya ini juga menampilkan atraksi budaya Puan Kemer, Teatrikal Sejarah Keturunan Kedang, atraksi budaya Hamang Kapung Ili, ritual adat Buku Desa, deklarasi damai, deklarasi nilai luhur budaya Kedang dan beraneka atraksi lainnya.

Foto: Aty Lokang

Ragam agenda kegiatan dalam expo ini tentu saja menarik untuk para pengunjung. Namun yang menjadi pertanyaan, siapa-siapa saja yang akan menjadi penikmat atau audiens dari berbagai agenda yang diselenggarakan itu?

Dari laporan dan dokumentasi yang diperoleh media ini, kegiatan ini hampir seluruhnya dihadiri oleh masyarakat lokal dalam hal ini adalah warga masyarakat dari desa-desa di wilayah Kedang saja. Tidak banyak nampak para tamu dari luar Lembata, apalagi para turis mancanegara.

Kegiatan ini lebih tepatnya disebut sebagai pesta rakyat, dari masyarakat Kedang untuk masyarakat Kedang juga. Pasalnya, expo atau pameran mengandung esensi bahwa ada pengunjung yang bukan berasal dari lingkup internal penyelenggara. Apalagi jika kegiatan ini menggunakan embel-embel promosi Lembata ke seluruh dunia.

Lembata memang pantas dijuluki Kabupaten Fastival dan Expo. Pasalnya, ada sejumlah agenda yang bernuansa promosi daerah yang diselenggarakan oleh pemerintah. Itu pun dalam durasi waktu yang berdekatan, seperti yang terjadi dengan Festival Tiga Gunung yang baru saja digelar beberapa pekan lalu.

Entah, apa yang menjadi obyektif dari pagelaran Expo Budaya Uyelewun Raya. Yang pasti, tak ada yang tahu sudah berapa besar anggaran yang dikeluarkan untuk kegiatan ini sejak tahun lalu, dan apakah setara dengan settingan target yang dipatok pemerintah. Hanya pemerintah dan Tuhan yang tahu. (SL/03)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *