Wednesday, October 20SATULAMAHOLOT.COM

Herman Wutun: “Saya Hanya Sebuah Robot untuk Tuhan”

Herman Yosef Loli Wutun, Ketua INKUD dan Tokoh Kristiani 2019 versi Majalah Narwastu

Tidak ada kebanggan yang berlebih dalam dirinya, sekalipun ia baru saja mendapatkan anugerah Tokoh Kristiani 2019. Setiap peristiwa dalam hidupnya, ia maknai sebagai penyelenggaraan Ilahi yang selalu disyukuri.

JAKARTA-SATULAMAHOLOT.COM | Namanya tidak akan terlewatkan jika Anda berbicara tentang dunia koperasi di Indonesia. Dia adalah Ketua Umum INKUD empat periode. Sebuah masa kepemimpinan yang tidak singkat dan lahir dari kepercayaan 30 Puskud di seluruh Indonesia.

Ia juga seorang politisi yang hingga 2017 silam, maju untuk kedua kalinya dalam Pilkada Lembata, NTT yang pernah ia ikuti juga pada Pilkada sebelumnya yakni pada 2011.

Tak hanya urusan koperasi dan politik, Herman Wutun juga aktif dalam pelayanan di Paroki Maria Bunda Segala Bangsa, Kota Wisata, Cibubur. Saban pekan, ia bertugas melayani Tuhan dan umat di paroki itu sebagai prodiakon.

Diawal 2020 ini, berkat dan penyelenggaraan Tuhan kembali ia dapatkan melalui penganugerahan Tokoh Kristiani 2019, pilihan sebuah majalah Kristen, Narwastu.

Kepada Satulamaholot.com, Herman menjawab beberapa pertanyaan berikut ini:

Apa yang dapat Anda katakan atas terpilihnya Anda sebagai salah satu Tokoh Kristiani 2020 ini?

Bagi saya penghargaan ini merupakan sebuah anugerah Tuhan yang harus diterima dengan penuh rasa syukur. Bagi saya hal ini merupakan rekayasa Ilahi semata. Karena mungkin saja ada orang lain yang lebih pantas mendapatkannya.

Pernah menduga akan dinobatkan sebagai Tokoh Kristiani?

Saya sendiri tidak pernah menduga dan tidak pernah merencanakan bahkan menginginkannya. Namun kalau sudah anugerah Tuhan sayapun tidak bisa menolaknya. Saya percaya bahwa ini adalah sebuah karya Roh Kudus dalam diri saya melalui Majalah Narwastu. Award ini tentu sebuah kebanggaan namun di balik itu menuntut sebuah pertanggungjawaban kepada Sang Pemberi.

Apa makna penghargaan dan predikat Tokoh Kristiani ini bagi Anda pribadi?

Saya musti selalu berusaha dengan bantuan Roh Kudus agar karya dan pelayanan saya ke depan lebih bermakna dan lebih dirasakan oleh orang sekitar saya untuk hormat dan kemuliaan nama Tuhan. Untuk menghadapi masa depan yang sulit diprediksi, yang misterius kita musti menanggalkan ego kita dan lebih berserah kepada rencana dan kehendak Tuhan Sang sumber hidup kita, Sang penyelenggara hidup kita dan tujuan akhir hidup kita.

Ego kita, kemampuan pikiran kita, kemampuan fisik kita sangat terbatas, namun kehendak Allah tidak terbatas atau tidak berbatas. Karena itu lebih mudah saya memposisikan diri saya sebagai seorang pesuruhnya Tuhan yang siap melaksanakan perintah-Nya kapan dan di mana saja. Atau dengan ungkapan lain: saya hanyalah sebuah robotnya Tuhan.

Seperti Santa Muder Teresa semasa hidup dan karyanya orang bertanya: Mengapa Anda mau berkorban untuk orang yang miskin lemah dan sakit-sakit? Dari mana Anda memperoleh begitu banyak uang untuk membiayai karya sosial kemanusiaan yang Anda lakukan? “Aku hanyalah sebatang pinsil kecil di tangan Tuhan yang menuliskan surat cinta untuk dunia ini.”

Ada hal yang ingin disampaikan untuk penyelenggara atau siapa saja yang membaca ini?

Saya mengucapkan terimakasih kepada keluarga besar Majalah Narwastu yang dalam hal ini khusus saya tujukan kepada saudara saya Pak Jonro I. Munthe selaku Pemred dan Bapak Pdt. Dr. Nus Reimas selaku Penasihat dan juga kepada Prof. Dr. Marten Napang, SH,MH selalu Ketua Narwastu. Semoga Majalah Narwastu semakin eksis dalam karya pelayanannya sebagai Garam dan Terang dunia. (Marlo KR/Foto: pipnews.com)

1 Comment

  • Really proud for the National achievement as a Christian personel figure that giving a strong inspiration to the young generation of indonesia, specially for the people of lembata Ntt, and Uruor a small village, the place where Herman was born and grow up.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *