Wednesday, October 20SATULAMAHOLOT.COM

Lagu Mbah Surip Ini, Gambarkan Situasi Wabah Corona

Mayoritas penduduk dunia saat ini lebih banyak mengurung diri di rumah, terutama orang-orang di negara yang sudah terpapar Covid 19. Lagu ini cocok untuk menggambarkan kondisi ini.

JAKARTA – Namanya mungkin masih diingat oleh sebagian orang yang terkesan akan penampilannya yang eksentrik. Mbah Surip, demikian publik mengenal pria kelahiran Mojokerto, Jawa Timur 6 Mei 1957 itu. Lagunya yang paling dikenal adalah Tak Gendong yang sempat booming. Namun ada juga lagunya yang lain, yang jika diperdengarkan saat ini, maka mayoritas yang mendengar akan merasakan, apa yang digambarkan didalam lagu itu sangat cocok dengan kondisi dunia saat ini yang sedang dilanda serangan Covid 19 atau Corona.

Lagunya sih sederhana saja, liriknya pun tak banyak, hanya mengulang-ulang saja. Namun, jika disimak dengan baik, lagu ini sanggup membuat orang tersenyum. Awalnya, lagu ini tepat sekali untuk dibawakan bagi orang-orang yang tidak memiliki banyak aktifitas sehari-hari.

Namun, kini setelah semua negara di dunia yang sudah terpapar Covid 19 menerapkan social distancing atau menjaga jarak, serta larangan untuk tidak beraktifitas di luar rumah, lagu ini menjadi relevan untuk didengarkan saat ini.

“Bangun tidur, tidur lagi. Bangun lagi, tidur lagi….. Bangun….Tidur lagi. Habis bangun, terus mandi, jangan lupa senam pagi, kalau lupaaaa….. Tidur lagi,” demikian lagunya.

Asal tahu saja, kebijakan bekerja dari rumah, sekolah dari rumah, telah membuat banyak orang yang kebingungan dengan aktifitas kesehariannya. Terutama bagi mereka yang tinggal di kota-kota besar, tidak ada kebun yang dapat dikunjungi sebagaimana orang di desa.

Hendak kemana-mana pun sulit karena pusat belanja, tempat rekreasi, rumah ibadat, semua tempat ditutup untuk umum kecuali pasar tradisional. Alih-alih jadi lebih produktif, tidak sedikit yang kemudian masuk dalam irama sebagaimana lagu bergenre reggae yang dibawakan oleh Mbah Surip, pemilik nama lengkap Urip Achmad Rijanto yang meninggal pada 4 Agustus 2009 di Jakarta ini. (Marlo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *