Wednesday, October 20SATULAMAHOLOT.COM

Polres Lembata Edukasi Corona Lewat Lagu, Ini Kata Pak Kapolres

Semua pihak berkewajiban saling bahu membahu bersama masyarakat untuk menghadapi wabah Covid 19. Polres Lembata, NTT punya cara unik yang menarik, apalagi untuk kaum milenial. Menghibur dengan kemasan pesan yang mudah ditangkap.

Para Vokalis saat di studio rekaman, Kapolres Lembata AKBP Janes Simamora, SH, MH sebelah kiri bawah (Foto: Capture Youtube)

LEWOLEBA – “Ayo kawan, jangan diam, kita dukung, kita putus penyebaran rantai virus corona. Tariikkk…. Ada wabah covid disana sini, yang sudah banyak lakukan aksi. Su tahu apa yang dorang cari, mari kita cegah jangan berhenti. Pake-pake masker, cuci-cuci tangan, jaga kesehatan makan minum sehat, tunda pulang mudik, jangan pergi pesta, jangan kluar rumah stay at home sampai aman……

Begitu lirik kreatif yang penuh dengan pesan edukatif untuk masyarakat dari sejumlah anggota Polres Lembata yang pagi ini terlihat di laman media sosial milik salah seorang anggotanya. Media ini pun pagi tadi, langsung menghubungi dua orang staf Polres Lembata, Ricky Eluama dan Adi Nahak.

Kepada mereka, ditanyakan bagaimana ceriteranya hingga video itu dibuat. Ternyata, reporter kami harus menghubungi Kapolres Lembata, AKBP Janes Simamora, SH, MH untuk mengetahui lebih jauh tentang asal usul video itu, lantaran mereka sendiri kerkaget-kaget pagi tadi saat sang komandan yang sudah bertugas 2 tahun 3 bulan di kabupaten itu, memutar video yang sudah jadi.

SatuLamaholot.com (SLC) akhirnya berbicara langsung dengan AKBP Janes yang berceritera dengan santai bahwa ide awal ia membuat lirik karena dirinya terpikir untuk menyampaikan pesan dengan cara yang lebih bisa diterima oleh masyarakat. Tadinya ia ingin membat tiktok, tetapi ada pesan dari Kapolda NTT, jika hendak membuat karya seperti ini, gunakan dalam bahasa daerah. Ia akhirnya memilih lagu ‘Ukur Gutun’ yang sudah populer di masyarakat.

“Awalnya, kita itu disampaikan oleh Kapolda untuk meneruskan informasi-informasi ke masyarakat dengan bahasa daerah supaya mudah dimengerti masyarakat. Nah terus saya berpikir, kalau pakai bahasa daerah, saya pikir ah saya tidak bisa ini. Akhirnya kita cari lagu-lagu daerah yang sudah dikenal. Tapi supaya tidak jadi masalah, kita harus komunikasi dulu,” kisahnya.

Senin kemarin (20/4) Jansen mulai membuat coret-coretan lirik lagu-nya. Rupanya pihak Hip Hop Lembata Foundation (HLF) pemilik lagu Ukur Gutun pun tidak keberatan lagunya dipakai, bahkan mereka sangat antusias dan mendukung ide Kaplores Lembata ini. Jadilah video dan lagu ini digarap dengan menggunakan pemerannya adalah para Staf Polres Lembata.

“Tetapi mereka tidak tahu waktu pengambilan video di kelas itu, maupun di lokasi lain yang semuanya berada di dalam kompleks Polres Lembata. Senin saya coret-coret liriknya, Selasa kami bicara dengan krunya dan langsung mereka minta untuk rekaman, Rabu kami rekaman, Kamis pengambilan video, malamnya langsung diedit, Jumat pagi jadi videonya,” ceritera Kapolres Lembata.

Menurut dia, lagu dan video itu mereka buat dengan satu tujuan utama yakni menyampaikan pesan ke masyarakat dalam bentuk yang lebih menghibur dan dengan kata-kata yang mudah dicerna dan dipahami. Harapannya, pesan yang ingin disampaikan dapat diikuti oleh masyarakat Lembata yang memang sudah familiar dengan lagu yang digunakan ini.

Lagu Ukur Gutun sendiri adalah sebuah musik hiburan yang sering disetel dalam pesta-pesat di NTT. Seperti beberapa lagu lain asal NTT yakni GemuFaMiRe, Jaga Orang Pung Jodoh, Mogi e, Pantun Rakat dan beberapa lainnya. Lagu ini tidak saja populer di NTT tetapi di Jakarta pun sudah banyak digemari sejak 2 tahun silam. Lagu ini adalah karya Lembata Hip Hop Community (Hip Hop Lembata Foundation).

Dalam lagu bertajuk Cegah Corona “CC” ( REMAKE UKUR GUTUN) ResLemCrew ( RLC) POLRES LEMBATA yang sudah diunduh di youtube ini, selain Kapolres Lembata sendiri, ada juga IPDA Yance Kadiaman, Bripka Rafael Bediona, Bripka Elifas Haumuty dan Brigpol Tommy Bartels.

“Saya mengucapkan terima kasih untuk segenap kru LHC yang sudah mengijinkan lagunya dipakai dan membantu sampai terwujudnya video ini. Untuk masyarakat dimana saja berada, semoga lagu ini dinikmati dan pesan pemerintah, maklumat Kapolri dan instruksi Presiden Jokowi dapat kita patuhi guna memutus mata rantai penyebaran Covid 19,” ungkap Kapolres Janes Simamora, SH, MH.

Link youtube: https://www.youtube.com/watch?v=DU7iksBAbXo

Tariiiiiiiiikkkkkkkkkkkkkkkkkkk………… (Ferdinand Lamak)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *