Wednesday, October 20SATULAMAHOLOT.COM

68 Warganya Di Flotim, Tuntas Dijemput Pemkab Lembata

Sedikitnya 68 warga Kab. Lembata yang terperangkap lockdown di Larantuka dan ditangani Pemkab Flores Timur, sudah dipulangkan. Pemulangan ke Lembata dilakukan oleh Pemkab Lembata.

KM Benawa Nusantara sedang melakukan evakuasi terhadap warga Lembata di Pelabuhan Larantuka (Foto: Cor Sakeng)

LARANTUKA – Sebanyak 3 kali Kapal Motor Banawa Nusantara 109 yang dinahkodai Yohanes Dasilva, bolak balik ke Larantuka mengangkut warga Lembata yang selama ini ditangani Pemda Flores Timur dari ancaman Covid 19. Keberadaan 68 warga Lembata ini di wilayah Flores Timur sempat menuai pro dan kontra, yang dipicu oleh ketersinggungan para pemimpin di dua Kabupaten Lamaholot ini.

Bahkan ketersinggungan ini berujung pada penolakan terhadap KM Banawa Nusantara 109 yang membawa sampel swab dilarang bersandar di pelabuhan Larantuka. Peristiwa ini sempat membuat komunikasi antara Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur dengan Bupati Flores Timur, Anton Hajon menegang. Persoalan ini pun selesai berkat itikad baik kedua pemimpin ini untuk berkoordinasi mencari solusi alternatif.

Gugus Tugas Covid Lembata dipimpin langsung Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur, kemudian mengambil kebijakan solutif menjemput warga Lembata di Larantuka. Ini dilakukan setelah mengantongi nama-nama warga yang diterima dari Gugus Tugas Pemda Flores Timur yang dilangkapi dengan hasil Rapid Test yang dinyatakan negatif reaktif covid.

Sebanyak 3 kloter penjemputan warga Lembata dimana kloter pertama berjumlah 35 org, kloter 2 berjumlah 28 orang dan kloter 3 berjumlah 15 orang. Penjemputan ini dipimpin langsung Kepala Seksi Karantina Gugus Tugas Covid Lembata, Apol Mayang yang juga Kepala Dinas Pariwisata Lembata.

Apol sebelum meembacakan nama-nama warga untuk naik ke atas KM Banawa Nusantara 109, mengatakan bahwa, Pemda Lembata komit dan konsekuen dengan data yang disodorkan Gugus Tugas Covid Kabipaten Flores Timur. Dengan demikian, “sisa warga yang kita jemput dalam kloter 3 hari ini (29/5), sebanyak 15 orang. Sementara di dalam manifes sesungguhnya 18 orang tetapi 4 orang sudah ikut terbawah pada kloter 2 sehingga jumlah ini berubah menjadi 14 ditambah 1 orang yang sesungguhnya dijatakan pada kloter 2 tetapi tidak datang. Karena itu, jumlah riil yang kita jemput hari ini sebanyak 15 orang,” ungkapnya.

Penjemputan kali ini, lanjut Apol adalah penjemputan yang terakhir yang difasilitasi Pemda Kabupaten Lembata.Selain nama-nama yang termuat dalam manifest gugus tugas Lembata maupun gugus tugas Flotim, masih ada sejumlah warga Lembata yang hingga kini masih bersama keluarga di Larantuka dan sekitarnya yang terpaksa bertahan akibat kebijakan lockdown wilayah untuk memutuskan mata rantai penyebaran covid 19.

Hingga kini status Lembata merupakan salah satu Kabupaten di NTT yang masih negatif kasus Covid 19. Dengan dijemputanya warga Lembata dalam kloter 3 ini, maka tuntaslah sudah penanganan 68 warga Lembata yang sempat bergejolak itu. (Saverapall Corvando/Larantuka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *