Wednesday, October 20SATULAMAHOLOT.COM

Menuju Pilkada Lembata, Ini Sikap Herman Wutun

Herman Wutun dalam sebuah kesempatan sosialisasi pada Pilkada Lembata 2017 silam (Foto: TITEN)

Herman menepis anggapan bahwa dirinya tidak memikirkan kaderisasi dalam regenerasi kepemimpinan di Lembata. Baginya, hasil survei mestinya menjadi rujukan semua figur yang hendak maju bertarung di Pilkada Lembata.

JAKARTA-SATULAMAHOLOT.COM | Herman Yosef Loli Wutun, Ketua Induk KUD sekian periode menyatakan sikapnya untuk maju dalam Pilkada Lembata yang belum pasti, apakah akan terjadi pada 2022 atau 2023 itu sangat ditentukan oleh satu faktor utama. Faktor itu adalah hasil survei dari lembaga kredibel untuk melihat bagaimana popularitas dan elektabilitasnya dari sejumlah figur lain yang disebut-sebut sebagai bakal calon bupati Lembata berikutnya.

Kepada Satulamaholot.com dalam beberapa kesempatan, ia mengatakan bahwa hasil survei adalah metodelogi ilmiah yang tingkat erornya sangat kecil sehingga dapat menjadi patokan, apakah mayoritas rakyat Lembata benar mengingingkan dirinya atau tidak. Jika hasil survei menempatkan dirinya pada peringkat 1 untuk nama calon bupati, maka hal itu merupakan refleksi dari aspirasi mayoritas masyarakat Lembata agar dirinya maju dalam Pilkada berikutnya.

“Kalau hasil survei nanti ternyata saya tidak berada di peringkat pertama, lalu untuk apa saya memaksakan diri maju yang mana hasilnya pun tidak akan meleset jauh dari hasil survei,” ungkapnya.

Herman mengatakan, dirinya mendengar juga suara-suara yang mengatakan bahwa dirinya sudah terlalu senior untuk tampil lagi dalam gelanggang Pilkada. Asal tahu saja, sebelumnya sudah dua kali ia maju menjadi calon bupati Lembata pada Pilkada 2011 bersama Viktus Murin (Paket TITEN Jilid 1) dari Partai Golkar dan pada Pilkada 2017 bersama Yohanes Vianey Burin yang adalah Ketua Partai Gerindra Lembata yang berkoalisi dengan PKS (Paket TITEN Jilid 2).

“Menurut saya, tidak relevan membicarakan usia dalam kaitan dengan kemampuan leadership. Tidak usah menyebut ‘senior’, bilang saja bahwa apakah saya tidak terlalu tua untuk maju dalam Pilkada Lembata? Saya mau katakan bahwa Donald Trump itu menjadi Presiden Amerika Serikat diusia berapa? Mahathir Muhammad di Malaysia, Jusuf Kalla dan Ma’ruf Amin di Indonesia, berapa usia mereka saat maju dalam pemilihan presiden? Itu mereka dengan tanggungjawab yang lebih besar, ini hanya mengurusi satu kabupaten saja kan?,” ujarnya retoris.

Tentang siapa yang akan mendampinginya, jika nanti ia memastikan pencalonan dirinya, pun sangat tergantung pada hasil survei. Menurut dia, dalam survei nanti pun akan disimulasikan siapa figur yang pas dan memberikan kontribusi elektabilitas tertinggi.

“Kita tidak punya alat ukur lain yang lebih akurat selain survei. Itu sebabnya semua pihak, menurut saya sebaiknya mengacu pada hasil survei. Jika hasil survei saya ternyata tidak memungkinkan untuk bersaing, untuk apa saya paksa diri?” tukasnya.

Menurut Herman, keputusannya untuk kembali bertarung di dalam Pilkada Lembata nanti – setelah mendapatkan hasil survei – bukanlah sebuah promosi jabatan. Ia justru melihat itu sebagai sebuah pengorbanan, meninggalkan posisinya yang sekarang di Jakarta untuk pulang kampung menjadi bupati di Lembata.

“Kalau sekadar mau enak, saya pikir posisi saya saat ini sudah sangat nyaman. Untuk apa pulang jadi bupati? Lembata itu membutuhkan tangan-tangan kita untuk membenahinya. Membangun jiwa dan raga masyarakat Lembata yang kondisinya saat ini sangat memprihatinkan itu,” tutupnya. (MarloKR)

1 Comment

  • Pankrasius Waiwuri

    Setuju sekali bapa…ini panggilan hati nurani tuk membangun lembata….apa gunanya membangun negeri orang sementara negri sendiri belum….itu memang impian bapak yang belum terwujud…semoga bisa berkolaborasi dengan kabinet jokowi jilid 2🙏🙏🙏

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *