Wednesday, October 20SATULAMAHOLOT.COM

Bupati Anton Akui Ada Kelemahan Dalam MoU, Tapi Harapkan Tidak Ada Proses Hukum dari Korban

Antonius Hubertus Gege Hadjon (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

Pemkab Flotim sudah menempuh beberapa langkah solusi, beberapa kali bertemu para orang tua korban. Salah satu tuntutan adalah agar anak-anak itu harus dipulangkan. Pemerintah menerima tuntutan itu.

SATULAMAHOLOT.COM | Tanggungjawab Pemkab Flotim ini termasuk dengan memulangkan anak-anak dimana semua biaya kepulangan mulai dari rapid test, tiket, bagasi, makan minum selama perjalanan akan ditanggung pemerintah. Menurut Bupati Flores Timur ini adalah bentuk tanggungjawab Pemkab Flores Timur terhadap warganya yang mengalami dugaan human trafficking. Menurut Anton Hadjon, dirinya bersama Pemkab Flotim tidak pernah ada niat sedikit pun untuk memperdagangkan orang. 

Pernyataan Hadjon ini disampaikannya kepada Media Indonesia 8/9/2020 (Lihat: Bupati Flores Timur Siap Pulangkan Anak-Anak Diduga Dijual di Bali)

Selanjutnya Anton pun mengatakan, “Kita melihat ada program yang baik. Anak-anak bekerja di luar negeri, mendapatkan penghasilan yang besar. Lalu kita dukung. Ada MoU dengan para pihak. Tetapi di tengah jalan ada masalah seperti ini. Dan kita tidak mungkin lepas tangan. Kita pulangkan anak-anak itu ke kampung halamannya,” ujar Hadjon. 

Pemkab Flotim juga menawarkan beasiswa bagi anak-anak peserta magang yang memilih pulang ke Larantuka. Menurut dia, ini adalah bentuk keseriusan pemerintah. 

Anton mengatakan, tidak ada niat buruk pemerintah terhadap warganya. Pun dirinya pribadi untuk mencelakai warga, mencari keuntungan dan popularitas pribadi. Niat pemerintah baik namun ternyata hasilnya tidak seperti yang dibayangkan. Ia membantah terlibat dalam perdagangan orang (human trafficking) apalagi menerima uang dari peristiwa ini.

“Mungkin ada kekurangan dalam MoU tersebut, yang harus segera diselesaikan,” ungkapnya sembari berharap agar tidak ada proses hukum yang dilakukan oleh para korban. 

“Kita ingin hal ini diselesaikan secara baik-baik. Ada banyak kelemahan silahkan diperbaiki dan dievaluasi. Ada yang merasa dirugikan, silahkan didiskusikan. Soal laporan ke polisi itu kan hak semua orang. Tetapi saya berharap tidak ada proses hukum itu. Ya kita ikuti saja to. Kalau mereka punya hak demikian dan mereka melaksanakan begitu mau bagaimana ya silahkan. Saya tidak pernah bermaksud tidak baik ke anak-anak,” tegasnya. (MI/ADHAE)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *