Wednesday, October 20SATULAMAHOLOT.COM

Pemkab Lembata Melunak, Logistik untuk Semua. Tapi,..

Warga korban erupsi Ile Lewotolok yang mengungsi ke rumah penduduk sedang diperiksa kesehatannya oleh relawan dari Susteran SSpS (Foto: Welly Balthazar)

Bagi warga korban yang tinggal di rumah atau di lokasi pengungsian di luar posko yang disiapkan pemerintah, dipersilahkan mengambil makanan di posko utama.

LEWOLEBA – Sabtu, 5 Desember 2020, jagad maya dipenuhi dengan diskusi tentang format surat pernyataan yang harus diisi oleh warga korban erupsi Ile Lewotolok. Disebutkan disana, bahwa warga menyatakan tidak bersedia untuk dipindahkan ke shelter atau tempat penampungan yang disediakan pemerintah. Konsekwensinya, mereka dianggap sebagai pengungsi mandiri dan tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Pro dan kontra pun bermunculan. Langkah ini mendapatkan kecaman dari berbagai pihak karena pemerintah Lembata dianggap tidak bijak dalam menyikapi persoalan kemanusiaan ini.

Belakangan, draft surat yang beredar luas itu pun dikoreksi oleh pemerintah. Bunyi sebagaimana tertulis di dalam draft surat itu ternyata berubah menjadi lebih bijak. Sebagaimana dikutip TribunNews.com, Sekda Lembata Paskalis Ola Tapobali mengatakan, redaksional surat itu sudah sesuai dengan hasil keputusan rapat Forkopimda kemarin (Jumat, 4 Desember). Namun belakangan keputusan dimaksud pun diperlunak.

“Namun tadi ada kelunakan. Bagi yang tidak mau dipusatkan, silahkan ditampung mandiri namun kita memenuhi kebutuhan hidup mereka dengan menyiapkan makan secara terpusat di posko dalam bentuk nasi bungkus atau nasi kotak. Keluarga dipersilahkan mengambil ke posko,” ungkap Sekda Tapobali, Sabtu (5/12/2020).

Untuk kelompok usia yang rentan seperti balita dan ibu hamil, pemerintah akan menyediakan kebutuhan mereka namun disesuaikan dengan ketersediaan yang ada. Sementara itu bagi mereka yang sakit, dipersilahkan untuk melaporkan kepada petugas kesehatan agar mendapatkan pelayanan.

“Ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, difabel, ditangani sesuai kebutuhan mereka dan ketersediaan stok,” tambahnya.

Sebelumnya beredar luas informasi bahwa pemerintah tidak akan mendistribusikan bantuan logistik kepada korban erupsi yang menolak untuk relokasi ke posko utama. Kabar ini diperkuat dengan beredarnya draft surat pernyataan itu. (Marlo KR)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *