Wednesday, October 20SATULAMAHOLOT.COM

FLM Gandeng Skuadron 31 Lanud Halim dan Karila Bantu Pengungsi Lembata

Bernard Tifaona, Ketua Forum Lembata Menanggil – FLM

Semua pihak dirangkul oleh forum ini, dimobilisasi untuk membantu pemulihan kondisi para korban erupsi gunung Lewotolok di Lembata. Setelah Asosiasi Pilot Garuda, kini mereka berkolaborasi dengan TNI AU dan Karila.

JAKARTA – Sedikit demi sedikit kondisi para korban erupsi Gunung Lewotolok di Lembata, Nusa Tenggara Timur mulai terbantu. Berbagai pihak bergerak turun membantu dengan berbagai bentuk bantuan. Salah satu yang terlihat cukup aktif di lokasi pengungsian adalah Forum Lembaga Memanggil.

Sebagaimana diberitakan media ini beberapa waktu lalu, FLM telah menggandeng Asosiasi Pilot Garuda (APG) dengan menerjunkan dokter dan obat serta alat kesehatan. Dua orang dokter telah tiba di Lembata kemarin (19 Desember 2020) dengan sejumlah obat-obatan dan alat kesehatan untuk langsung bergerak ke kantong-kantong pengungsi.

FLM kembali menggandeng Skadron 31 Halim Perdanakusuma untuk memobilisasi bantuan dari Jakarta menggunakan pesawat hercules. Kerjasama ini diajukan melalui surat FLM yang ditujukan kepada Komandan Skadron 31 Wing I Lanud Halim Perdanakusuma Letkol PnB Yulius Marvien Aryaka, M.Sc.

“Dengan pertimbangan kemanusiaan dan relasi yang terbangun, Komandan Skadron 31 berkenan membantu pengangkutan sumbagan dari Jakarta ke NTT. FLM menyampaikan rasa syukur dan terimakasih atas tangan terbuka yang diberikan pihak Angkatan Udara untuk ikut membantu pengungsi di Lembata,“ jelas Bernard Tifaona, Ketua FLM di dalam surat itu sebagaimana rilis yang diterima media ini.

Pesawat Hercules memuat bantuan untuk korban erupsi Ile Lewotolok, Lembata

Pengiriman bantuan pertama sudah dilakukan, Sabtu, 18/12/2020 via Maumere selanjutnya ke Larantuka dan diteruskan ke Lembata. Bantuan ini terdiri dari sekitar 2 ton sembako dan sejumlah jenis meterial lainnya.

Selain Skuadron 31, FLM juga membangun kemitraan dengan Karila, sebuah lembaga sosial karitatif yang bernaung di bawah hirarki gereja Katolik, dalam hal ini Keuskupan Larantuka. Bersama Karila, FLM ingin menjangkau para pengungsi di lokasi mereka masing-masing.

FLM di Jakarta memindahkan sekretariat logistiknya dari Tebet ke Bekasi untuk mempermudah mobilisasi dan pergerakan tim kerja. “Bantuan terus dikonsolidasi dan ditampung di Posko Logistik Bekasi. Rencananya akan diangkut dengan pesawat hercules atau dengan kapal milik PELNI,” ungkap Tifaona.

Ia juga menyampaikan rasa syukur dan terimakasih kepada semua pihak yang telah dengan ikhlas dan rela hati membantu urusan kemanusiaan di Lembata lewat FLM ini.

“Terimakasih kepada semua pihak yang memberi dengan hati dan telah bersedia menjadi saluran berkat bagi sesama yang tertimpah bencana erupsi Gunung Lewotolok di Lembata, NTT. Kami dari keluarga besar Tifaona di Jakarta khususnya dan anggota/pengurus FLM umumnya, berniat dengan ikhlas hati ingin membantu warga yang tertimpah bencana. Tidak ada tendensi atau kepentingan apapun selain pertimbangan kemanusiaan, ” ungkap putra Alm. Brigjen. Pol Anton Enga Tifaona ini.

FLM juga meminta maaf kepada para pihak, termasuk Pemda Lembata, kepada warga pengungsi khususnya dan warga Lembata umumnya jika dalam proses kegiatan kemanusiaan di Lembata ini masih ada kekurangan dan kelemahan di sana-sini.

“Atas nama keluarga besar Tifaona, anggota dan pengurus FLM, kami Mengucapkan Selamat Memasuki Hari Natal bagi keluarga, para relawan dan umat Kristiani di Lembata serta Bahagia emasuki Tahun Baru di tengah situasi yang belum menentu ini di Lembata.” (Marlo KR/Rls)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *