Wednesday, October 20SATULAMAHOLOT.COM

Rayakan HUT 33 Tahun, Kopdit Ankara Songsong Era Kejayaan Berikutnya

Karolus Tue Ledjap, Salah satu pendiri KSP Kopdit Ankara, Lewoleba – Lembata

LEWOLEBA – 10 JANUARI 2021 | Tujuh orang pria yang penuh optimisme dan semangat itu adalah bagian dari perjalanan panjang sebuah koperasi simpan pinjam yang hari ini lebih dikenal dengan Kopdit Ankara. Jika belakangan nama koperasi ini melambung hingga ke tingkat nasional bahkan mendapat penghargaan dari Presiden RI, sejatinya proses lahirnya pun tergolong sederhana dan bukan langsung berbentuk koperasi. Hanya dengan arisan sebesar Rp10.000 per bulan beranggotakan ketujuh orang itu, kesetiaan terhadap mimpi dan cita-cita untuk mendirikan sebuah koperasi jika arisan tersebut berjalan lancar, pun melahirkan Kopdit Ankara.

1987, 33 tahun silam adalah saat dimana Karolus Tue Ledjap dan enam orang rekannya yang lain masih tergolong muda dan energik. Mereka sangat bersemangat, saling melobi, berdiskusi dan mengajak satu dan lainnya hingga terkumpulah tujuh orang untuk menjalankan arisan itu. Rofinus Raja Tolok, Yoseph Lanang, Karolus Tue Ledjap, Katarina Langobelen adalah empat dari tujuh orang itu yang masih ada hingga hari ini. Namun, Paulus Pito Witin, Petrus Bala Ope Luon dan Bernardus Bala Ledjap, ketiganya sudah lebih dulu berpulang.

Dari mereka bertujuh, hanya lima orang yang akhirnya membuat kelompok arisan itu ‘naik kelas’ menjadi sebuah koperasi pada 10 Januari 1988. Dengan keanggotaan awal 12 orang, mereka bersepakat menggunakan nama Koperasi Serba Usaha Aneka Karya yang kemudian disingkat menjadi Ankara. Setahun berjalan, mereka berhasil merekrut 20 orang lagi sehingga pada akhir 1988, jumlah anggota koperasi ini menjadi 32 orang dengan ketentuan simpanan wajib Rp20.000 dan simpanan pokok Rp500 per tiap anggota.

Karolus Tue Ledjap menyebut kisaran waktu ini sebagai tahap mencari bentuk, karena koperasi ini masih sangat belia dengan keanggotaan yang masih sangat terbatas. Kendati begitu, tekad Badan Pengurus KSU Ankara perdana yang dinahkodai Rofinus Raja Tolok sebagai ketua dan Ledjap sendiri sebagai sekretaris, tak luntur. Mereka terus bekerja memerkenalkan koperasi ini kepada kerabat dan sahabat hingga keanggotaan pun mulai tumbuh, hal ini membuat Ledjap memetakan tahun 1989 sampai 1994 sebagai era pertumbuhan. Pada periode tersebut, koperasi ini mulai bertumbuh pesat namun sejumlah hal harus dimantapkan oleh pengurus, pengawas maupun para pengelola atau manajemen.

“Kami menyebutnya sebagai tahap pemantapan. Tahap pemantapan itu dari tahun 1995 sampai tahun 2000. Tahapan pemantapan ini ditandai dengan pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan oleh kerjasama antara INKOPDIT dan Canada,” ungkap Karolus Tue Ledjap.

Memasuki tahun 2001, Ledjap menyebutnya sebagai era dimana Ankara mulai memasuki tahapan kejayaan. Hal ini ditandai dengan prestasi yang ditorehkan koperasi ini pada tahun 2007, dimana Kopdit Ankara menjadi koperasi terbesar untuk wilayah Puskopdit Swadaya Utama, dan tahun itu Ankara mendapatkan penghargaan dari Presiden RI sebagai koperasi terbaik tingkat nasional. Era kejayaan ini terus berlangsung hingga 2010.

“Memasuki tahun 2011, mulai ada gangguan. Artinya Kopdit Ankara mulai memperoleh ancaman. Ini berlangsung hingga mulai memasuki tahap konflik pada 2017-2018. Kemudian tahun 2019-2020 Ankara mulai memasuki masa pemulihan setelah melewati masa konflik,” tutur Ledjap.

Optimisme dengan Pengurus yang Inovatif dan Kreatif

Keluarga besar Kopdit Ankara tentu bersyukur lantaran konflik yang telah terjadi dan cukup mengancam eksistensi dari lembaga ekonomi gotong royong ini. Hal yang disyukuri adalah, dalam masa pemulihan ini Ankara dipimpin oleh orang-orang muda yang kompak, penuh inovasi dan memiliki inisiatif yang tinggi. Hal inilah yang membuat Ledjap sebagai salah satu pendiri yang hingga hari ini pun masih tercatat bagian dari badan pengurus.

“Saya melihat kalau kepengurusan ini dibina secara baik, maka akan membawa KSP Kopdit Ankara mengalami kejayaan untuk tahap yang kedua. Saya sangat antusias dengan pengurus yang ada karena mereka bekerja tanpa pamrih, tanpa mengenal lelah, tanpa memperhitungkan waktu dan upah tentunya,” ungkap Ledjap.

Menurut Ledjap, KSP Kopdit Ankara sejak berdiri hingga hari ini telah memberikan banyak kontribusi secara ekonomi terhadap masyarakat, khususnya di Lembata. Ia tidak dapat menyembunyikan rasa prihatinnya atas konflik yang menimpa koperasi ini pada 3-4 tahun silam itu. Konflik yang memberikan penurunan yang signifikan pada kinerja koperasi ini.

“Mereka berusaha untuk mendapatkan sebanyak-banyaknya dari Ankara dan ini yang menjadi titik awal menurunnya perkembangan dari KSP Kopdit Ankara. Karyawan mulai menuntut upah yang tinggi hingga terjadinya penggelapan keuangan Ankara melalui program dan segala macam lainnya. Selain itu, pada masa yang berat ini, hadirlah sejumlah koperasi sejenis yang mulai masuk ke Lembata.”

Namun, Ledjap sendiri tidak larut dalam kondisi itu, sebagaimana ia katakan diatas, bahwa saat ini KSP Kopdit Ankara berada di tangan-tangan pengurus yang tepat. Ia bahkan tidak sabar menyaksikan bagaimana koperasi yang ia dirikan bersama rekan-rekannya pada 33 tahun silam itu, akan menapaki puncak kejayaan berikutnya.

Karena ia meyakini, apapun jenis usaha yang dilakukan dan dikembangkan, berapapun besar skala-nya, jika minim kreasi, miskin inovasi dan tidak ada passion yang cukup tinggi menjalankannya, maka niscaya semua perjuangan itu akan sia-sia. Jika ayunan langkah pertama para pendiri pada 33 tahun silam dinafasi oleh semangat dan optimisme, maka badan pengurus hari ini harus bertarung memenangkan hati masyarakat melalui inovasi dan keratifitas yang tidak akan pernah berhenti. Terus dan terus berevolusi dalam waktu. **RLS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *